Ensefalitis Dan Vaksinasi

Radang otak atau ensefalitis adalah inflamasi yang terjadi pada otak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun anak-anak dan lansia memiliki risiko tertinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah.

Ensefalitis Dan Vaksinasi

Radang otak terkadang diawali dengan gejala-gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal. Kondisi penderita kemudian dapat menurun secara drastis dengan indikasi-indikasi lebih serius yang meliputi :

  • Kejang-kejang.
  • Perubahan kondisi mental, seperti linglung.
  • Halusinasi.
  • Otot yang lemas.
  • Kelumpuhan pada wajah dan bagian tubuh tertentu.
  • Gangguan pada kemampuan bicara atau pendengaran.
  • Pingsan.
  • Pergerakan mata yang tidak terkontrol.
  • Leher yang kaku.
  • Pandangan kabur atau bahkan kehilangan penglihatan.

Sebagian kasus radang otak tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, infeksi serta sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga berperan penting terhadap proses terjadinya penyakit ini.

Infeksi yang dapat menyebabkan radang otak dibagi menjadi dua, yakni virus infeksi yang berasal dari dalam otak atau disebut radang otak primer, serta infeksi yang berasal dari luar otak atau radang otak sekunder.

Radang otak termasuk kondisi yang sulit dicegah. Pencegahan utama yang dapat Anda lakukan adalah :

  • Menjaga kebersihan, misalnya dengan sering mencuci tangan dan membersihkan rumah secara teratur.
  • Jangan menggunakan alat makan yang sama dengan orang lain.
  • Menghindari gigitan nyamuk. Kenakan pakaian tertutup saat tidur atau saat keluar rumah pada malam hari, gunakan semprotan anti nyamuk, serta gunakan losion anti nyamuk.
  • Vaksinasi. Jenis vaksinasi rutin di Indonesia yang dapat membantu menurunkan risiko terjangkit penyakit ini adalah vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella). Selain itu, ada beberapa jenis vaksin yang disarankan apabila Anda akan bepergian ke daerah yang berisiko, seperti vaksin Japanese Encephalitis, vaksin Tick-Borne Encephalitis, serta vaksin rabies.

Author Info

Klinik

No Comments

Post a Comment

× Anda Butuh Bantuan?