Vaksin Sebelum Menikah : Penting Tapi Sering Dilupakan

Persiapan pernikahan yang sering diupakan oleh para calon pengantin adalah vaksin sebelum menikah atau premarital vaccination. Banyak pasangan yang belum menyadari bahwa vaksinasi merupakan salah satu persiapan paling penting dalam membina rumah tangga. Melalui vaksinasi, pasangan yang menikah akan dapat terlindungi dari penyakit-penyakit tertentu dan tentunya mengurangi risiko saling menularkan penyakit.

Vaksin Sebelum Menikah : Apa Saja?

Saat kita menikah dengan seseorang, kita akan banyak menghabiskan waktu bersama. Pada dasarnya, dengan menikah kita ingin selalu saling melindungi, namun kenyataannya tidak selalu seindah itu. Kedua pasangan, terutama jika sehari-hari memiliki aktivitas di lingkungan sosial yang berbeda, dapat membawa kuman yang berbeda juga saat pulang ke rumah. Belum lagi jumlah kuman yang dibawa, wah bisa berkali-kali lipat dibandingkan saat masih tinggal sendiri! Di sinilah peran vaksin menjadi penting bagi pernikahan Anda

Beberapa penyakit menular yang vaksinnya direkomendasikan bagi pasangan yang akan menikah diantaranya adalah : Vaksin influenza, kanker serviks dan kutil kelamin (HPV), serta Tdap (tetanus, diphtheria, dan pertussis)

Dengan kedua mempelai mendapatkan perlindungan dari vaksin, berarti proteksi yang ada menjadi berlipat ganda, karena kedua mempelai saling melindungi. Sebagai contoh, vaksin influenza dapat melindungi kedua pasangan dari terkena flu. Masing-masing orang memiliki kekebalannya sendiri terhadap influenza. Belum lagi dengan adanya kehadiran si kecil nanti. Vaksin Tdap mampu mencegah penyebaran pertussis yang juga dikenal sebagai batuk rejan (whooping cough) yang bisa sangat berbahaya bagi anak-anak.

Vaksin influenza pun mampu melindungi ibu dan janin yang dikandung dari terjangkit influenza. Ini merupakan vaksin yang juga direkomendasikan bagi ibu hamil. Perlindungan yang didapat Ibu melalui vaksin influenza akan diturunkan kepada janin yang dikandung, dan melalui ASI sesaat setelah lahir. Perlindungan ini disebut passive immunity. Passive immunity terbukti mampu bertahan selama setidaknya 6 bulan setelah bayi dilahirkan, hingga bayi mampu mendapatkan vaksin flunya sendiri, sesuai rekomendasi WHO dan IDAI.

Secara keseluruhan, vaksinasi premarital adalah langkah yang penting untuk diambil bagi setiap pasangan untuk melindungi kesehatan pribadi mereka dan kesehatan keluarga mereka di masa depan. Kami merekomendasikan Anda untuk mendiskusikan vaksinasi premarital Anda dengan tim kami, Indira via whatsapp melalui link ini : whatsapp Indira . Konsultasi / diskusi ini GRATIS!

Author Info

Klinik

No Comments

Post a Comment

two + twelve =

× Anda Butuh Bantuan?