PTM

Waspada, Belum Siap PTM = Cluster Baru!

Setelah mendapatkan desakan dari berbagai pihak, akhirnya Pemerintah meresmikan diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Bukan main-main, desakan langsung datang dari WHO dan UNICEF. Tentunya bukan tanpa pertimbangan matang, pemerintah pun khawatir akan timbulnya klaster covid baru jika PTM langsung diberlakukan secara luas. IDAI pun sempat menyuarakan ketidak setujuan dilakukan PTM. Namun saat ini terjadi beberapa perubahan positif terhadap situasi dan kondisi pandemi di Indonesia. Diantaranya adalah sudah dimulainya vaksinasi covid untuk anak berusia 12 tahun hingga dewasa dan menurunnya angka vaksinasi covid 19 di Indonesia. IDAI pun mempertimbangkan bahwa telah lebih dari 1 tahun pembelajaran diadakan secara jarak jauh (PJJ) dan akhirnya mendukung keputusan pemerintah untuk diadakannya PTM namun dengan catatan tertentu.

Berdasarkan pandangan IDAI tersebut ada berapa hal yang harus kita perhatikan bersama.

IDAI menyarankan bahwa sekolah harus memperhatikan fasilitas belajar mengajar secara ekstra hati-hati. Kapasitas kelas, sirkulasi udara, dan durasi belajar harus dijaga supaya sesuai protokol kesehatan. Tidak hanya itu, IDAI pun menghimbau supaya memprioritaskan PTM untuk diperbolehkan hanya bagi siswa-siswi yang telah mendapatkan vaksinasi. Artinya, PTM direkomendasikan hanyalah untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas. Setiap insan sekolah yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar harus strict, sudah divaksin, dan menjaga protokol kesehatan kapanpun, dimanapun.

Vaksin Pelajar

Demi memfasilitasi kegiatan belajar mengajar tatap muka yang aman, pemerintah pun mulai mencanangkan program vaksinasi pelajar. Target dari program ini adalah remaja usia 12-17 tahun dan telah dilakukan sejak bulan July 2021 silam di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini menyusul program vaksinasi yang telah diberikan untuk tenaga pendidik sebelumnya. Diperkirakan bahwa target dari program vaksinasi pelajar ini adalah sekitar 26 juta anak.

Kawal PTM

IDAI menekankan bahwa pilihan harus diberikan kepada orang tua, apakah mengizinkan anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ataupun secara online. Ini adalah Langkah yang sangat bijaksana. Karena pada hakikatnya, kita semua bertanggung jawab pada anak yang sudah merupakan titipan dari Yang Maha Kuasa. Tentunya tidak hanya kesehatan, namun pendidikan adalah hal penting yang juga tidak bisa kita nomor duakan. Karenanya PTM ini sudah seharusnya kita kawal dengan ketat dan penuh kewaspadaan. Hingga jangan sampai muncul klaster-klaster covid baru yang mengarah pada datangnya gelombang ketiga covid-19

Author Info

Klinik

No Comments

Post a Comment

20 − one =