Kapan Pandemi Berakhir? Transisi Pandemi jadi Endemi

Selama hampir 2 tahun, banyak perubahan yang terjadi karena pandemi ini. Pola kerja, sekolah, hingga kegiatan rekreasi, semua terkena dampaknya. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan dalam diri kita semua: Kapan pandemi berakhir?


pandemi mungkin berakhir, namun virus covid-19 diprediksi tidak akan hilang. Bahkan pemerintah sudah menganjurkan supaya kita siap untuk segera hidup berdampingan dengan covid. Bahkan dikabarkan bahwa pemerinta telah mulai mencanangkan ‘roadmap hidup bersama covid-19’ yang didalamnya berisi pedoman-pedoman penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor.

Pandemi vs Endemi

Yang membedakan antara Endemi dan Pandemi adalah wilayah cakupan dan jumlah kasusnya. Pandemi adalah infeksi suatu penyakit berskala dunia, sedangkan Endemi hanyalah dalam suatu populasi atau wilayah saja. Sebuah penyakit dikatakan Endemi jika penyakit tersebut selalu ada di sebuah negara/ populasi/ wilayah namun dalam batas jumlah kasus tertentu. Sebagai contoh di Indonesia, Hepatitis B termasuk dalam kategori penyakit endemik.

Seperti Influenza?

Tidak menutup kemungkinan, kondisi covid-19 ke depannya akan seperti influenza. Setelah pandemi influenza pada tahun 1918 selesai, influenza tidak benar-benar hilang. Bahkan hingga saat ini influenza masih banyak menjangkit orang-orang di sekitar kita. Setidaknya ada 3 sifat virus influenza yang menjadi alasan mengapa penyakitnya masih ada sampai sekarang :

  1. Virusnya sangat mudah bermutasi
  2. Virusnya zoonosis (mampu menular antar spesies)
  3. Virusnya sangat mudah menular (highly contagious)

Virus Covid-19 diduga kuat setidaknya memenuhi 2 dari 3 karakekterstik tersebut.

Dalam hal bermutasi, kemampuan virus ini sudah terlihat jelas. Saat ini kita telah mengenal banyak varian dari virus tersebut seperti varian Delta (δ), Lambda (λ), dan Mu (μ).

Mengenai zoonosis, saat awal pandemi ini merebak, diisukan bahwa patient zero dari covid 19 adalah seseorang yang mengonsumsi sup kelelawar di salah satu kota di China. Namun kebenaran mengenai hal itu masih banyak diragukan. Saat awal pandemi, covid diklasifikasikan sebagai penyakit zoonosis, namun hingga saat ini belum ditemukan kasus yang membuktikan adanya penularan covid antar spesies sehingga klasifikasi zoonosis pada covid ini sepertinya tidak tepat.

Saat artikel ini ditulis (17 September 2021), kasus covid tercatat mencapai 219 juta kasus di seluruh dunia dengan korban jiwa mencapai 4,5 juta. Tentunya mengenai karakteristik penularan, sudah tidak diragukan lagi bahwa virus ini sangatlah mudah menular (highly contagious).

Pandemi ke Endemi : Apa yang Berubah?

Jadi kapan pandemi berakhir? Transisi dari pandemi menjadi endemi ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama. Status endemic covid 19 ini bisa diraih Indonesia jika kekebalan massal melalui vaksinasi sudah terbentuk, jumlah kasus sudah lebih terkendali, dan tersedia countermeasure yang mudah diakses masyarakat seperti misalnya antivirus atau terapi khusus covid-19.

Jika ini semua sudah tercapai dan angka kasus sudah cukup terkendali, barulah Indonesia bisa mengubah status covid 19 menjadi endemi. Saat itu, layaknya influenza, masyarakat akan menganggap covid sebagai ‘penyakit biasa’ yang mana akan umum dijumpai.

Penularan mungkin masih relatif mudah, namun karena sel memori di tubuh mayoritas masyarakat sudah mendapat kekebalan melalui vaksinasi, gejala yang muncul tidak akan separah kasus-kasus covid yang muncul dalam 2 tahun ke belakang ini. Tentunya seperti penyakit-penyakit lainnya, faktor resiko masih ada sehingga kebiasaan menerapkan protokol kesehatan yang sudah kita miliki dari new normal tetap harus dilaksanakan.

Author Info

Klinik

No Comments

Post a Comment

one × three =